Ketika Ilmuwan Eropa Terpukau Pesantren Aksara Pinggir

Bahkan ketika sesi tanya jawab dengan santri-santri Aksara Pinggir selesai, Prosper teramat bangga, karena tidak menyangka kalau pemikiran santri kritis-kritis dan lebih intimate daripada ketika berdiskusi di kampus-kampus. Padahal, saat itu sudah tengah malam. Menurutnya, tradisi pemuda Indonesia yang seperti ini akan sangat berguna bagi negara di masa mendatang.

Melihat para santri Aksara Pinggir yang sampai malam masih kuat diajak diskusi dengan intens dan pembahasan yang berbobot, Prosper amat tertarik dan betah untuk tinggal di Aksara. Bahkan, Prosper sendiri sedang mewacanakan membuat tempat studi semacam Aksara ini di Zimbabwe sana, karena memang terisnpirasi dari Aksara.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ini merupakan kedatangan Prosper kedua kalinya ke Aksara Pinggir setelah sebelumnya berkunjung pada 2022. Lagi-lagi dia kaget melihat perkembangan santri Aksara di mana masih pada melanjutkan belajar, menikah, dan bekerja. Sistem pesantren yang dilihat di Aksara Pinggir ini barangkali jarang dia temukan di Eropa sana. Apalagi tempat tinggalnya di Amsterdam, sering menemkukan pemudi yang “menjajakan” dirinya dan mangkal di depan gereja. Sedangkan, di Indonesia, pada jam larut malam para pemudanya masih belajar dan beribadah .

Tinggalkan Balasan