Sementara itu, Mr. Li Pei Feng dari Cheng Ho Museum yang menjadi inisiator dan sponsor KAG dalam event ini juga merasa puas atas penampilan KAG. Mr. Li menyatakan, penampilan KAG di event ini merupakan jembatan kebudayaan antara Indonesia dan China.
Melalui event ini, Ganjur telah memperkenalkan musik dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia, khususnya masyarakat China.

“Saya akan terus memperkanalkan Ganjur dan budaya Islam Nusantara (NU) kepada masyarakat China. Kami berharap Ki Ageng Ganjur dapat kembali ke China dan memperkenalkan budaya Islam Nusantara di sini,” kata Mr. Li kepada Zastrouw.
Rasa puas atas suksesnya penampilan KAG di ajang APMF ini juga disampaikan oleh Al-Zastrouw selaku Ketua Tim (Team Leader) Misi Kebudayaan KAG ke China. Zastrouw merasa bersyukur dan bangga karena komposisi musik yang ditampilkan oleh KAG mendapat sambutan dan apresiasi tinggi dalam event internasional.
“Kami tidak mengira akan mendapat respons dan apresiasi sebesar ini saat kami membawakan lagu daerah Nusantara. Kami juga tidak mengira komposisi dengan sentuhan etnik tradisional dapat menarik perhatian penonton di sini. Ini benar-benar surprise bagi,” Kata Zastrouw
Menurutnya, apresiasi dan sambutan meriah masyarakat internasional terhadap tembang lir Ilir dan lagu-lagu daerah di panggung musik dunia menjadi bukti bahwa lagu-lagu tradisional dapat berdiri sejajar dengan musik rock karya musisi besar. Hal ini juga membuktikan bahwa musik tradisional dapat diterima oleh publik modern asal dikonstruksi dan diaktualisasi secara kreatif dan inovatif.
“Saya bersyukur misi kebudayaan yang dibawa Ki Ageng Ganjur kali ini dapat terlaksana secara sukses dan lancar. Saya juga merasa bangga musik etnik Nusantara dapat bergema di panggung internasional dan diterima masyarakat dunia,” Kata Zastrouw saat diwawancara di back stage setelah konser.
