Selain karya yang berjibun, Kiai Yasin yang mengasuh Pondok Pesantren Hidayatuh Thullab, Pethuk, Semen, Kediri, ini juga mempopulerkan kitab “Makno Pethuk.” Ini adalah jenis kitab kuning, tebal maupun tipis, klasik maupun kontemporer, yang sudah diberi makna gandul, sudah “sah-sahan”, penuh terjemahan antarbaris (interlinear translation). Harga jualnya memang lebih tinggi dibandingkan dengan kitab kosongan. Sampai saat ini, di beberapa koperasi pondok pesantren biasanya juga menyediakan kitab “Makno Pethuk” ini.
Itulah beberapa hasil penelusuran penulis tentang sosok kiai idola, yang karya tulisnya sudah ratusan, dan hidup di zaman kita. Sosok yang benar-benar patut untuk dijadikan panutan, baik dalam bidang keilmuan, lebih lebih dalam bidang karya tulis.

Catatan: sumber artikel facebook Gus Rizal Mumazziq Z, Rektor Inaifas Kencong, Jember dari tesis dengan judul: Studi Tafsir al-Quran KH Yasin Asmuni Kediri, Puput Lestari, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
