Dalam skala lokal, Kiai Asep akan membawa ASC Foundation secara intensif memonitor berbagai fenomena sosial dan memberikan solusi. Paling tida, jangan sampai ada anak-anak di Mojokerto tidak sekolah karena tak punya biaya.
Bidang kesehatan, misalnya, juga akan menjadi perhatian ASC Foundation. Kelak, ASC Foundation berniat mendirikan rumah sakit sendiri. Sebagai langkah awal, ASC Foundation mengadakan mobil ambulans agar bisa melayani masyarakat yang sakit. Pendek kata, berbagai masalah sosial kemasyarakatan akan menjadi fokus kepedulian ASC Foundation.

Pendeklarasian ASC Foundation ini sebenarnya bagian dari sejarah panjang perjuangan Kiai Asep untuk turut serta memajukan bangsa Indonesia. Lelaki kelahiran 16 Juli 1955, di Leuwimunding, Majalengka, Jawa Barat, ini sebelumnya dikenal sebagai pendiri dan pengasuh Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto, salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur saat ini. Cikal bakal pesantren ini adalah biro perjalanan haji dan umroh (KBIH) di bawah naungan Yayasan Amanatul Ummah. Bermodal keuntungan dari penyelenggaraan perjalanan haji dan umroh inilah Kiai Asep mendirikan pesantren, mula-mulai di Surabaya kemudian dibangun juga pesantren di Mojokerto.
Kini, dengan ASC Foundation, Kiai Asep tak hanya fokus pada pengembangan pendidikan pesantren, tapi juga membaktikan dirinya bagi kemajuan masyarakat bangsa Indonesia secara lebih luas.
