Pengembang Pendidikan
Pada usia 14 tahun, Kiai Badrus nyantri di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, berguru langsung kepada Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari. Dari Tebuireng, Kiai Badrus terus mondok lagi di Pondok Pesantren Gontor.

Setelah masa nyantrinya selesai, Kiai Badrus menetap di Desa Purwoasri, Kediri, dan merintis pendirian Pondok Pesantren Al Hikmah. Pendirian pesantren ini didasari rasa cintanya terhadap dunia pendidikan demi lahirnya generasi santri penerus bangsa.
Yang menarik, Pesantren Al Hikmah didirikan justru di tanah bekas tangsi tentara Belanda. Konon, pada saat itu Kiai Badrus berniat membeli tanah yang menjadi markas tentara Belanda tersebut. Saat itu, properti tersebut dijual dengan harga Rp 100.000. Punya niat, tapi memiliki uang yang cukup, begitulah kondiri Kiai Badrus saat itu. Maka, Kiai Badrus pun berdoa agar diberi kemudahan mewujudkan niatnya.
Doanya pun terkabul. Suatu hari, di rumah Kiai Badrus ada orang berucap salam di depan pintu untuk bertamu. Kiai Badrus bergegas keluar rumah untuk menemui sang tamu. Namun, di depan pintu rumahnya tak ada seorang pun yang terlihat. Yang ditemuinya hanya seonggok koper. Setelah dibuka, koper tersebut berisi uang. Dari uang tak bertuan itulah Kiai Badrus membeli tanah tangsi tentara Belanda, dan perintisan Pesantren Al Hikmah pun dimulai.
