Penulis saat sowan ke KH M. Baidowi Muslich di Pondok Gading

Kiai Baidowi Gading dan Doa dari Langit

Beliau tidak hanya mengijazahkan bacaan—beliau menafsirkan secara sederhana namun mendalam. Doa ini ditujukan bagi mereka yang ingin hidup seimbang: bersyukur kepada Allah, hormat kepada orang tua, peduli pada anak-anak, dan istikamah dalam amal. Sejak saat itu, saya berupaya agar doa ini selalu hadir setiap hari terutama pada momentum penting.

Gading yang Menjalin Damai

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sepulang dari sowan di Gading, hati saya seperti baterai HP yang di-charge penuh. Damai, penuh hikmah — saya merasa mendapat bekal untuk seluruh hidup. Doa itu terus saya ulang di pagi atau malam hari, ketika hati saya gundah ataupun senang. Ajaibnya, doa itu bekerja tanpa sorotan dramatis; ia meresap perlahan, seperti air yang meresap ke tanah — menumbuhkan sabar, syukur, dan kepasrahan.

Kini setelah beliau berpulang, doa itu terasa makin sakral. Setiap kali saya melafazkannya, seakan saya menyambung batin dengan beliau, sang guru yang tak banyak bicara tapi ajarannya membekas seumur hidup. Bagi saya, ijazah itu bukan sekadar bacaan, melainkan cahaya — dan saya yakin cahaya itu datang dari langit, melalui lisan seorang guru yang sangat bijak dan tawadhu.

Jejak yang Menjadi Pelita

KH Baidowi bukan hanya seorang kiai, namun pejuang dan guru kehidupan. Lahir di Desa Parijatah Kulon, Srono, Banyuwangi, pada 17 Juli 1944, beliau adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Sejak muda, beliau menempuh pendidikan agama secara intensif, dan ketekunan serta kedalaman ilmunya menjadikannya sosok yang dihormati banyak kalangan.

Dedikasi beliau tercermin dalam kiprahnya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading sejak era 1970-an dan pendiri Pondok Pesantren Anwarul Huda di Karang Besuki pada 1997. Pesantren-pesantren ini telah melahirkan ribuan santri yang tersebar di berbagai daerah.

Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi keumatan—sebagai Mudir Jam’iyah Thoriqah Mu’tabarah Idarah An Nahdliyah Syu’ubiyah Kota Malang, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang selama beberapa periode, serta Ketua Takmir Masjid Agung Jami’ Kota Malang.

Tinggalkan Balasan