Kiai Kholil dan Pencuri Timun

Sekembalinya, mereka memercikan air pemberian Syaikhona Kholil. Itu mereka lakukan setelah para pencuri itu menyesali perbuatan mereka dan berjanji tidak akan mengulanginya. Kemudian, para pencuri itu pun dapat menggerakan tubuh mereka sebagaimana biasa.

Setelah kejadian itu, kebun timun mereka aman dari pencurian. Dan, sebagai ungkapan terima kasih mereka memberikan sebagian hasil panen kepada Syaikhona Kholil. Berhari-hari kemudian, para santri “kebanjiran” timun yang hampir-hampir memenuhi pojok-pojok pesantren itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan