KH. Khusnan Mustofa Ghufron/darul A'mal

Kiai Khusnan yang Tegas Membela Umat

Entah apa alasannya, namun dari peristiwa itu bisa disimpulkan bahwa Kiai Khusnan tidak berkenan jika sanad keilmuwannya nantinya diketahui orang banyak.

Semasa mudanya, kisaran tahun 1965, Kiai Khusnan aktif di kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Ia menjadi Ketua Ansor Way Jepara. “Saya ingat waktu itu sedang pecah Gestapu,” kata Kiai Syamsudin Tohir.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada tahun 1978, Kiai Khusnan juga terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Tengah dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dan pada tahun 1982 dia kembali diberi mandat sebagai Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah (juga dari fraksi PPP).

Saat menjabat sebagai anggota dewan, Kiai Khusnan selalu berupaya membantu pengembangan seluruh pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Seluruh pondok diupayakan untuk mendapat bantuan.

Pada tahun 1987, Kiai Khusnan vakum total dari panggung politik dan fokus di organisasi NU. Selama berfokus di organisasi NU, Kiai Khusnan pernah menjabat sebagai Ketua PWNU Lampung dalam dua periode, 1992-1997 dan 1997-2002.

Sebagai seorang tokok atau pemimpin, Kiai Khusnan dikenal memiliki sikap yang sangat tegas namun suka membantu. Ditambah kebiasaannya yang selalu mengenakan pakain putih membuat sang kiai dijuluki “Singa Putih Penjaga Rimba Ulama.”

Salah satu bukti ketegasannya tergambar dalam suatu peristiwa.  Pernah suatu ketika Kiai Khusnan sedang mengisi tausiah di daerah Lampung Timur, tepatnya di Desa Padang Ratu. Saat itu, ada segerombol preman yang mabuk dan memainkan gitarnya dengan amat keras. Saking kerasnya hingga mengganggu ceramahnya. Seketika itu juga Kiai Khusnan turun dari panggung, lantas menghampiri gerombolan preman itu, dan membanting gitarnya hingga hancur. Seketika itu pun para preman tersebut terdiam, mereka lalu membubarkan diri tanpa mengucap sepatah kata pun.

Tinggalkan Balasan