Contoh lain, pernah pula suatu hari Kiai Khusnan mengundang para pejabat untuk mengikuti acara istighasah dan doa bersama. Acara yang dijadwalkan bakda salat asyar itu molor lantaran keterlambatan salah seorang tamu undangan yang kebetulan adalah seorang pejabat. Seketika Kiai Khusnan marah dan menegur pejabat tersebut. Semua tamu undangan dibuat kaget, namun tak ada satupun yang berani bicara.
Di mata masyarakat Lampung, Kiai Khusnan dikenang karena memiliki banyak jasa. Sebagai contoh, pada awal kepemimpinannya menjabat sebagai Ketua PWNU Lampung, pada 1992 Provinsi Lampung langsung ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) NU yang berlokasi tepatnya di GSG UNILA dan Islamic Center Kota Bandar lampung.

Saat itu, Kiai Khusnan juga dikenal sangat dekat dengan Ketua PBNU kala itu, yaitu KH Abdurahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Bahkan hubungan mereka berdua seperti adik dan kakak.
Saat Gus Dur masih menjabat sebagai Presiden RI pernah datang ke Pesantren Darul Amal dan itu pun tanpa sepengatahuan ajudannya. Hal itu, sontak saja membuat kepanikan para pejabat di Provinsi Lampung. Mereka kalang kabut dalam menyiapkan penyambutan cucu KH Hasyim Asy’ari itu.
Kiai Khusnan juga dikenal sosok yang ringan tangan bila dimintai bantuan. Apalagi untuk keperluan kemaslahatan umat dan dakwah. Bahkan Kiai Khusnan pernah menjual cincin istrinya guna membantu kebutuhan seorang ulama dalam aktivitas dakwah.
Jasa-jasa dan kebaikan KH Khusnan Mustofa Gufron memang begitu luar biasa. Masyarakat Lampung begitu mengaguminya.
