Kiai Mawardi Ishaq, Pejuang Pendidikan dari Lampung

Sedangkan, untuk sekolah formal yang meliputi Madrasah Tsanawiah dan Madrasah Aliyah, santri-santri diajarkan untuk bisa berbahasa Arab dan Inggris. Layaknya santri modern, agar tidak ketertinggalan zaman dan mampu bersaing.

Sebagai ulama, Kia Mawardi juga memiliki hubungan baik dengan kalangan pemerintahan. Pada satu waktu, Kiai Mawardi pernah dikunjungi oleh Bupati Lampung Utara. Ia menyambut baik sosok pejabat sebagai wakil pemerintahan itu. Saat itu, ia menegaskan bahwa kedatangan pejabat ke tempat kediamannya, bukan sebagai bentuk kampanye, atau kepentingan politik lainnya. Ia menerangkan bahwa itu murni kunjungan. Dan sebagai ulama, Kia Mawardi bersikukuh untuk tidak ikut dalam campur tangan untuk dana pembangunan pesantrennya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain berkecimpung dalam kegiatan warga dan membesarkan lembaga pendidikannya, Kia Mawardi juga aktif dalam kegiatan organisasi masyarakat, terutama di Nahdlatul Ulama (NU) Lampung. Bahkan, karena dipandang tersohor dan memiliki kapabilitas sebagai seorang ulama yang intelek, Kiai Mawardi sempat ditunjuk menjadi sebagai Rois Syuriah PCNU Lampung Utara. 

Selang beberapa tahun kemudian, pada Mei 2019, Kiai Mawardi jatuh sakit, dan dilarikan ke rumah sakit. Kiai Mawardi didiagnosa dokter mengalami penyakit jantung. Kepengurusan pondok akhirnya dipegang oleh ustaz-ustaz dan alumni yang masih setia membantu.

Kesehatan Kiai Mawardi sempat membaik untuk beberapa waktu, namun dua bulan setelahnya, Kiai Mawardi sempat drop kembali, dan dibawa ke Rumah Sakit Daerah Bandar Lampung. Setelah menjalani perawatan intensif dalam beberapa hari, penyakitnya semakin bertambah buruk. Kiai Mawardi mengembuskan napas terakhirnya pada 12 Juli 2019. Semua orang berkabung atas meninggalnya Kiai Mawardi, terutama warga Tanjung Raja yang mengenal sosok kiai kharismatik dari Lampung Utara ini.

Tinggalkan Balasan