Berkat kegigihannya dalam mengembangkan pendidikan agama, didukung masyarakat, Kiai Noer Iskandar memelopori pendirian Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang terus mengalami perkembangan sangat pesat. Sistem pendidikannya memadukan sistem pembelajaran tradisional dan modern. Mulai dari sekolah menengah hingga pendidikan tinggi sudah ada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, termasuk Ma’had Aytam dan Ma’had Aly.
Total santrinya kini sudah lebih dari 6000 orang, dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah memiliki cabang di berbagai tempat. Selain di Jakarta Barat, ada di Batu Ceper Tangerang, Karawang, Serpong, Cijeruk Bogor, Sukabumi, Way Kanan Lampung, Musi Banyuasin Sumsel, dan Gunung Sugih Lampung.

