Kiai Dimiyati merupakan seorang kiai kelahiran 1932. Dalam perjalanan panjang hidupnya, ia telah menjalani penempaan dirinya di pesantren mulai dari Pesantren Asrama Pendidikan Islam Salafiyah (APIS) Biltar, Kediri dan bahkan sampai nyantri ke Kiai Maksum Lasem. Dalam perjalanan hidupnya, Kiai Dimyati tercatat pernah mendampingi Gus Maksum Jauhari sebagai pendekar. Kiai Dimyati juga merupakan seorang kiai pendekar pilih tanding di masanya.
Kiai Dimyati termasuk kiai yang cinta kebudayaan Islam. Sampai akhir hayatnya, ia tetap setia melatih seni hadrah bagi warga sekitar di desanya. Ia juga sosok yang tidak berkenan dan menyembunyikan dirinya dari kemasyhuran. Meskipun demikian, ia tetap menjadi rujukan masyarakat sekitar untuk meminta solusi berbagai masalah. Ia mendidik sekitar 80 orang santri di pondok kecilnya yang bernama Al-Hidayah.

Berdasarkan wasiatnya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman umum di Desa Tamanayu Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Beberapa pihak dari keluarga menghendaki untuk dimakamkan di pemakaman keluarga. Tapi karena beliau sendiri berwasiat dimakamkan di pemakaman umum desa, maka kami bersepakat dimakamkan di sana,” kata Abdullah Hakim.
