Kiai Pendekar itu Kini Berpulang

Kiai Ahmad Dimyati sangat erat dalam memegang teguh pola pikir dan sikap hidup ulama zaman dahulu. Ia mencerminkan sikap kemandirian seorang berilmu, sikap kebersahajaan tapi agung, dan sikap teguh pendirian. Cermin kemandirian dan kebersahajaannya dapat dilihat bahwa ia menopang hidupnya dalam pola hidup berdikari dan sederhana.

Ia memiliki satu petak ladang di belakang rumah yang ditanami berbagai macam tanaman polo pendem dan buah-buahan. Tiap hari yang ia konsumsi adalah apa yang dihasilkan dari ladang itu. Ia kelola sendiri, hasilnya diolah sendiri dan dikonsumsi sendiri. Selain itu, tempat ladangnya yang tepat berada di belakang rumah yang mencerminkan ia dalam kondisi hidup bahagia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kiai Ahmad Dimyati ternyata juga pernah hidup sebagai pendekar pilih tanding. Menurut informasi dari putranya, Abdullah Hakim, ayahnya sempat beberapa lama berkelana bersama Gus Maksum Jauhari dari Lirboyo untuk menguji keterampilannya berpencak silat. Bahkan Kiai Dimyati pun mengerti bahwa Gus Maksum adalah pendekar tak tertandingi oleh pendekar manapun kecuali hanya tiga orang selama hidupnya.

Tinggalkan Balasan