Kang Iqi berharap, kick off Pra-Haul ke-2 ini menjadi momentum kalangan santri dan pesantren untuk terus menghidupkan budaya, termasuk budaya literasi.
Sementara itu, Kang Zastrouw, panggilan Ngawati Al-Zastrouw, dalam orasinya bertema “Revitalisasi Literasi Pesantren”, menegaskan bahwa literasi bukan hanya budaya pesantren, melainkan napas dari pesantren itu sendiri.

“Jangan mengira pesantren itu rendah literasinya, justru sebaliknya, pesantren berdiri karena literasinya sudah tinggi. Pesantren sejak dulu tak bisa dijauhkan dari literasi. Sejarah membuktikan, ulama-ulama Nusantara sudah sejak zaman dulu menulis kitab. Itu buktinya,” jelas Kang Zastrouw.
Karena itu, Kang Zastrouw meminta santri tidak pernah berkecil hati. “Harus bangga menjadi santri. Saatnya santri unjuk diri dengan kemampuannya, baik melalui tulisan, kesenian, atau budaya,” ujar Kang Zastrouw, yang sekaligus menjadi penutup acara kick off Pra-Haul ke-2 Pesantren Cipasung.
