Kisah Pesantren yang Tak Disengaja

Meski demikian, Masyhudi tidak takut sama sekali. Dia laksana Umar bin Khattab dalam dakwahnya. Orang-orang yang ngaji kepadanya sangat setia. Apa yang dikatakan oleh Masyhudi pasti dilaksanakan, bagaimanapun susah atau menyakitkannya. Meski begitu, banyak juga orang yang ketakutan untuk ikut ngaji dengan Masyhudi. Walhasil, banyak orang Klaten yang memendam hasrat untuk ngaji. Orang-orang inilah yang kemudian terpanggil untuk turut pergi ke Wonokromo menyusul dua orang teman Katib itu.

Berawal dari dua orang, bertambah jadi tiga orang, empat orang, dan seterusnya. Selama beberapa tahun mereka seperti orang yang merantau. Tinggal di Wonokromo untuk ngaji kepada kiai-kiai sepuh dan alim. Kalau ngaji quran mereka pergi ke kediaman Kiai Wahab al-Hafidz. Kalau ngaji kitab mereka pergi ke kediaman Kiai Syifa. Kalau ngaji nahu mereka pergi ke kediaman Kiai H Kholiq dan Kiai H Abdul Mukti. Mereka, para kiai inilah, yang menjadi pentolan atau rujukan utama keilmuan di Wonokromo.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tertarik Ikut Ngaji

Lama-kelamaan, Katib pun tertarik untuk ikut ngaji bersama teman-temannya itu. Akhirnya Katib ikut ngaji. Ngaji yang sama persis dengan teman-temannya. Ia mengikuti prosedur yang ditunjukkan oleh teman-temannya itu. Harus ke mana harus bagaimana. Namun, karena mungkin dianugerahi kecerdasan yang lebih, Katib justru lebih dulu bisa menguasai beragam keilmuan, terutama nahu-saraf untuk membaca kitab, dibanding teman-temannya. Padahal, ia ikut ngajinya belakangan.

Beberapa waktu setelah itu, Katib merasakan gelisah. Menurutnya, teman-temannya ngaji dari dulu sampai saat itu sesungguhnya belum paham betul. Kemudian Katib berinisiatif untuk membuat suatu majelis ngaji di rumah, di samping tetap mengikuti jadwal ngaji kepada para kiai sepuh.

Semuanya sepakat untuk usulan ini. Maka mulailah majelis itu bergerak. Dengan caranya sendiri, Katib menyampaikan apa yang didapatnya dari para kiai sepuh. Fasilitas yang digunakan ya apa adanya. Yang menjadi papan tulis adalah daun pintu. Sementara kapurnya dibawa oleh teman-teman Katib dari sekolah.

Ikatan Santri Klaten

Tinggalkan Balasan