Singkat cerita, teman-teman Katib semakin banyak. Ada belasan. Karena ingin membuat suatu ikatan di antara mereka, Katib berinisiatif untuk memberi label “santri” untuk mereka. Tapi ia belum berani membuat pondok pesantren. Maklumlah. Katib hanyalah orang baru di Wonokromo. Di tengah berjayanya para kiai sepuh, mana mungkin ia mendirikan pondok pesantren? Katib merasa kerdil. Oleh karena itu, ia menggagas ISKA (Ikatan Santri Klaten) yang menghubungkan teman-temannya yang belasan itu dengan santri-santri lain di sekitar Wonokromo. Baik Jejeran, Kanggotan, Brajan, dan lain-lain.
Singkat cerita lagi, Katib akhirnya berani untuk memproklamasikan pondok pesantren. Tapi, pondok pesantren tanpa nama. Memang tidak diberinya nama. Orang-orang sekitar kerap menyebut pesantren itu dengan “Pondok Pesawat” atau “Pondok Motor Mabur” karena rumah Katib agak mirip dengan pesawat terbang. Itu sebelum gempa. Ada lagi yang menyebutnya dengan “Pondok Klaten”. Itulah pondok pesantren putra.

Menjadi Al-Hamidiyah
Kemudian kakak Katib, yang namanya Ahsin, membuat pondok pesantren putri. Niat itu didukung oleh Masyhudi. Bahkan diberi modal santri awal. Nama pondok pesantren itu Al-Hamidiyah. Namun kemudian karena beberapa hal, Ahsin pindah ke Magelang, sehingga Al-Hamidiyah tidak terurus, terkatung-katung. Melihat itu, Katib nembung kepada kakaknya untuk ngrumat santri-santri putri yang sudah ada di Al-hamidiyah. Diizinkan. Jadilah kemudian ada pondok pesantren putra dan putri dengan nama Al-Hamidiyah.
Pondok pesantren ini pada saat itu berpindah-pindah tempat, sebab belum punya gedung sendiri. Inilah pondok pesantren yang dimulai dengan prosesi tradisi lawas nomaden. Lama kelamaan, setelah dengan proses panjang yang susah payah, Katib mengubah nama pondok pesantrennya menjadi Fadlun Minalloh yang berarti “pemberian dari Allah”.
Dengan penggantian nama ini, Katib menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah yang telah begitu baik memberinya kesempatan mendirikan sebuah pesantren, meskipun masih kecil. Dan inilah nama pondok pesantren itu: Fadlun Minalloh.
