Kitab Berjalan itu Berpulang…

“Almarhum benar-benar tegas menjalankan syariat Islam. Dalam memberikan pendapat, sosok almarhum paling hati-hati. Semasa waktu almarhum masih hidup hanya digunakan untuk mengajar, taklim dan beribadah,” ujarnya sambil terisak.

Di lingkungan nahdliyin, KH A Farihin Muhsan dikenal sebagai “pendekar bahtsul masail” dan “kitab berjalan”. Ini karena almarhum selalu mengikuti kegiatan bahtsul masail yang diselenggarakan NU untuk membahas berbagai masalah hukum. Ia juga menguasai berbagai kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Pendapat-pendapatnya banyak digunakan untuk merumuskan hasil bahtsul masail.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saat pemakaman jenazah almarhum, semua masyarakat yang hadir turut mendoakan agar almarhum meninggal dengan husnul khotimah, serta seluruh perjuangan dan pengorbanannya dalam menegakkan syariat Islam dapat menjadi amal jariyah bagi almarhum kelak.

Tinggalkan Balasan