Konflik, Dampak Rendah Literasi

Akar konflik terjadi karena kesempitan berpikir dan cara pandang yang konservatif. Kesempitan berpikir menciptakan perilaku diskriminasif, radikalisme, dan terorisme. Kecenderungan untuk memutlakan kebenaran atas pandangan sendiri dan menolak untuk menerima kebenaran dari sudut pandang orang lain menandai kurangnya empati. Selalu merasa benar meskipun tidak berpijak pada akal sehat dan realita yang ada.

Konflik sosial merupakan bagian dari bentuk interaksi sosial antara satu pihak dengan pihak lainnya di dalam masyarakat. Biasanya ditandai dengan adanya sikap saling mengancam, menekan, hingga saling menghancurkan. Konflik terjadi tidak hanya untuk mempertahankan hidup (eksistensi), melainkan juga bertujuan sampai ke tahap pembinasaan eksistensi orang atau kelompok lain yang dipandang sebagai lawan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rendah Literasi

Banjir informasi menyebabkan manusia kekurangan waktu dan tenaga untuk melakukan kontemplasi diri. Informasi hanya sekumpulan fakta tanpa menjadi pengetahuan. Informasi perlu menjadi ilmu untuk dikelola menjadi sebuah kebijaksanaan. Masa depan manusia ditentukan oleh keterbukaan berpikir manusia.

Sindirian terhadap kenyataan masyarakat yang rendah literasi bukan hanya berkaitan dengan aktivitas membaca buku. Media menyajikan berbagai referensi bacaan untuk dijadikan informasi sebelum anarkis mengekspresikan emosi di ruang publik (media massa). Masyarakat perlu menyadari bahwa malas membaca dan mencari informasi membuat konflik semakin sulit diatasi. Apalagi ketika menyadari kesalahan mengimplementasikan informasi tidak disertai dengan klarifikasi dan introspeksi diri.

Tinggalkan Balasan