Konsensus Ulama: Jangan Tergesa-gesa Mengkafirkan

Peristiwa yang alamai Khalid bin Walid itu terdengar oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau berkata: “Ya Allah, aku berlepas diri dari apa yang telah diperbuat oleh Kahlid.” Beliau mengulangi perkataan itu sebanyak dua kali.

Hal yang disesalkan oleh Nabi Muhammad Saw adalah ketergesa-gesaan Sayyidina Khalid dalam mengambil keputusan untuk menawan dan memboikot mereka, sebelum beliau (Khalid bin Walid) tahu persis maksud dari perkataan mereka yang berbunyi “Saba’na Saba’na” meskipun dengan kata lain, lafaz “Saba’na” juga bisa diartikan: “Kami masuk agama Sabi’ah” (padahal bukan begitu maksud dari perkataan Bani Hudzaimah).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Meskipun demikian, Sayyidina Khalid bin Walid tetap dimaafkan. Nabi Muhammad Saw memujinya dalam sebuah hadis: “Seabaik-baik hamba Allah Swt adalah saudara kita Khalid bin Walid, salah satu pedang dari pedang-pedang Allah yang dihunuskan kepada leher orang-orang kafir dan musyrik.”

Cukuplah cerita tersebut untuk pelajaran buat kita, agar tidak tergesa-gesa menjatuhkan vonis kafir kepada sesama muslim. Semoga Allah menjaga kita dari sikap-sikap, perbuatan-perbuatan, yang menjerumuskan kita kepada kekafiran.

Wallahu a’lam bisshowab…

Tinggalkan Balasan