Tata Artistik
Dalam pementasan drama di lingkungan pesantre, salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian utama untuk mendukung kesuksesan acara adalah penataan artistik. Karena itu, biasanya para santri akan berlomba-lomba untuk membuat tata artistik semenarik mungkin. Selain untuk mendukung pementasaannya, penataan artistik panggung ini sekaligus juga mendorong perkembangan kreativitas santri.

Penataan artistik atau disebut juga skenografi dalam pementasan drama mencakup set dekor, properti, busana, rias wajah, rias rambut, dan pencahayaan. Perlu ditekankan bahwa penataan artistik merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pementasan drama (Riantiarno, 2011: 147).
Set dekor dan properti adalah penunjang bagi terciptanya tempat, waktu, dan keadaan atau suasana. Set dekor dan properti ini bisa dihadirkan bisa juga tidak. Jika tidak pola imajinatif menjadi pilihan penyajiannya. Busana adalah apa saja yang dipakai oleh pemain dari kepala hingga kaki. Adapaun, rias wajah dan rambut adalah penciptaan yang dilukis pada wajah dan penataan rambut. Busana, rias wajah, dan rambut dapat menunjukkan atau menjadi ciri dari waktu, tempat, suasana, dan menjelaskan karakter peranan.
Riantiarno menyebutkan beberapa syarat utama seseorang untuk membuat desain panggung, seperti harus memiliki daya imajinasi yang kuat, daya tafsir yang tajam, kemampuan membuat gambar perspektif, kemampuan membuat skala, dan memahami ukuran-ukuran.
