Kritisisme Dunia Santri terhadap Isu Sosial, Budaya, dan Politik

Sehingga nilai kulturalisme, seperti musik jawa “daerah” sebagai bahan perenungan diri yang dipadukan dengan Islamisme dalam nilai-nilai falsafah Islam yang menyejukkan menjadi sebuah kekhasan yang dapat meningkatkan aspek literasi masyarakat Indonesia khususnya.

Tiga Tahun

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tiga tahun mungkin untuk banyak orang terbilang sebagai seumur sejagung, namun lebih daripada itu, kini duniasantri terus membuktikan diri sebagai salah satu media massa yang menampung segala jenis kritikan, pengetahuan, serta analisis sosial yang ada, terutama yang terjadi dalam negeri.

Walaupun terbilang masih awal dalam merintis sebuah media, tetapi saya mengakui bahwa dalam menjaga kualitas media lebih sulit daripada hanya membandingkan usia yang berarti cuma angka.

Saya melihat duniasantri yang membuka ruang yang luas untuk ribuan membernya dalam mengisi rubrik yang telah memang mereka sediakan. Rubrik-rubrik inilah yang kemudian membabat habis paham yang menyimpang yang ingin merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Media ini pula yang memberikan sarana kritikan untuk para pemangku kebijakan atas kesalahan kebijakan yang diperbuat. Serta, media duniasantri pula yang memberikan literasi atau kepemahaman akan beragam pengetahuan agama, budaya, ataupun pendidikan yang telah dirangkai sedemikian rupa.

Untuk penutup tulisan ini, tak elok bila saya kepada duniasantri tak mengucapkan atas pencapaian usia media massa yang telah dikelola ini. Selamat ulang tahun duniasantri, semoga semakin jaya dalam memberitakan beragam hal dan menjadi salah satu  garda depan dalam menyebarkan dakwah Islam.

Tinggalkan Balasan