Ketika di pondok, saya dianjurkan untuk selalu disiplin (istiqomah) dengan waktu. Artinya, saya harus mengikuti kegiatan pondok semaksimal mungkin. Dari bangun tidur sampai ke tidur lagi. Teringat akan Kiai yang selalu berpesan pada santrinya, “Jika hari ini lebih baik dari kemarin, maka ia beruntung; jika hari ini sama dengan kemarin, maka ia menjadi orang yang merugi; dan jika hari ini tidak lebih baik dari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” Sebagaimana pepatah mengatakan, لَنْ تَرْجِعَ الْأَيَّامُ الَّتِي مَضَتْ
Kiai juga pernah berkata, “Keberkahan ilmu akan dirasakan setelah seorang santri keluar dari pondok.” Ilmu yang berkah akan tetap didapatkan manakala ia ta’zhim kepada guru, dan menurut pribadi saya, intensitas sebuah keberkahan akan sangat terasa setelah seorang santri mengabdi kepada gurunya. Maka, ilmu apa pun yang diajarkan oleh Kiai, sebisa mungkin dipelajari untuk kemudian diamalkan dalam hidup sehari-hari.

Masih saya ingat ketika Kiai memberi amalan-amalan harian berupa wirid, lantas beliau berkata, “Nak, saya cuma punya wirid ini. Kita mah santri, bukan pengusaha, bidangnya cuma ngaji, doa kepada Allah Swt. Jadi amalkan ini setiap hari, mudah-mudahan istiqomah.”
