Sekarang, kendati mula-mula benaknya merasa sungkan, namun ketimbang berpikir yang bukan-bukan, ia pun bertanya pada temannya itu, “Apakah sampean tak suka terhadap barang-barang yang saya berikan?”
“Suka,” jawab temannya itu yang, sejurus kemudian, sepertinya dapat menangkap unek-uneknya.

Karena umumnya orang akan merasa senang apabila barang pemberiannya dipakai—digunakan. Kemudian temannya itu pun menjelaskan bahwa saking sukanya, temannya itu memberikannya pada orang yang lebih membutuhkan. Supaya tak cuma satu tetapi bisa jadi ia mendapat dua pahala atau malah berlipat ganda. Satu pahala saat ia memberikannya pada temannya itu. Satu pahala lagi saat temannya itu memberikan pada orang lain. Kemudian bisa jadi Gusti Allah Ta’ala—Dzat Yang Maha Pemurah—menambah pahala bagi mereka setiap pemberiannya tersebut digunakan untuk berbuat kebaikan.
