Ada empat jenis hewan yang bisa dijadikan sebagai hewan kurban. Yang pertama kambing – untuk satu orang – sapi, kerbau, dan unta – untuk tujuh orang. Jadi tidak sah jika kita berkurban dengan ayam, bebek, burung, atau sekadar kurban perasaan.
Adapun, kriteria kelayakan keempat jenis hewan tersebut antara lain, pertama, sehat. Kesehatan hewan kurban menjadi krusial karena selain sebagai sarana ibadah kepada Tuhan, hewan yang disembelih itu juga nantinya akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai representasi dari ibadah sosial. Hewan kurban yang tidak sehat tentu berpotensi menyebarkan penyakit bagi orang yang memakannya.

Kedua, tidak cacat. Selain sehat secara jasmani dan sebagai simbol pengorbanan yang besar, maka hewan yang dikurbankan pun harus sempurna alias tidak mempunyai cacat fisik. Fisik yang sempurna dari hewan kurban merupakan simbolisasi dari sakralnya ibadah ini. Hewan yang cacat dianggap tidak merepresentasikan keagungan dan keseriusan dari pengurban.
Selain itu, cacat fisik juga dapat berefek terhadap kesehatan si hewan. Beberapa cacat fisik yang ada pada hewan di antaranya, tanduk yang patah atau tidak tumbuh sempurna, mata yang buta atau tidak normal, kaki pincang, ekor putus, dan sebagainya. Oleh karena itu pengetahuan tentang hewan yang akan kita kurbankan sebelum membeli sebagai pengurban atau menerima sebagai panitia wajib hukumnya. Jangan sampai kurban kita dinilai sebagai ibadah yang cacat oleh Allah SWT.
Ketiga, umur yang cukup. Memang ada perdebatan tentang umur seekor hewan jika kita membandingkannya dengan hewan-hewan lain. Tapi ada satu ukuran yang ditentukan oleh ulama-ulama yang semoga saja sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya. Ukuran itu adalah berganti gigi geraham. Memang sulit membedakan mana hewan yang sudah berganti gigi atau belum, namun kita tidak perlu khawatir karena biasanya peternak atau dokter hewan bisa memeriksanya. Atau jika menurut adat atau kebiasaan yang terjadi pada hewan adalah usia sekitar 2 tahun. Sekadar informasi pengetahuan ini saya dapat dari orang tua saya yang merupakan peternak kambing.
