Kumandang Etika Demokrasi di Haul Ke-14 Gus Dur

Hal yang sama dengan penjelasan lebih dalem disampaikan oleh Karlina Supelli. Belajar dari Gus Dur, Karlina Supelli mengingatkan agar kita jangan salah sangka pada politik. Seakan-akan politik itu perbuatan kotor dari elite politik yang berebut kekuasaan. Menurutnya, Gus Dur justru melihat politik itu luhur, karena ada tema perjuangan di dalamnya.

“Politik, kata Gus Dur, adalah kerja panjang yang mulia. Mengapa? Karena melibatkan norma pilihan yang berdampak pada rakyat bersama. Kan, dikatakan politik itu pengambilan keputusan, keputusan berdasarkan apa? Berdasarkan pilihan yang baik dan buruk, antara yang benar dan salah, memilih yang baik dan tidak,” ujarnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Lantas apa tolok ukur memilih yang baik? Mengutip pemikiran Gus Dur, kata Supelli, tolok ukurnya adalah kepentingan dan kebutuhan rakyat. “Makanya, kata Gus Dur, pemimpin yang kehilangan arah untuk menentukan tolok ukur kepentingan atau kebutuhan rakyat, bukan lagi pemimpin, tetapi hanya penguasa. Karena tidak lagi memiliki moralitas politik, karena tidak melibatkan kepentingan rakyat, yang betul-betul prioritas utama. Jadi politik itu tidak kotor, perilaku sehari-hari itu yang kotor,” sambungnya.

Di akhir acara dibacakan Amanat Ciganjur yang dibacakan secara bergantian oleh lima tokoh, yaitu Sinta Nuriyah, KH Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Supelli, Benny Susetyo, dan Gomar Gultom. Berikut isi lengkap Amanat Ciganjur tersebut:

Bismillahirrahmanirrahim

Bahwa kekuasaan politik pada hakikatnya adalah sarana manifestasi kemaslahatan, dalam wujud kesejahteraan dan tegaknya harkat-martabat umat manusia. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut, kekuasaan perlu diawasi dan dibatasi agar tidak terjebak dalam otoritarianisme yang justru dapat menghancurkan tujuan baik dari kekuasaan itu sendiri. Demokrasi adalah ikhtiar untuk menjaga agar kekuasaan dapat terkendali dan terkelola dengan baik.

Pemilu menjadi penting sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam demokrasi. Agar Pemilu dapat benar-benar menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan tersebut, maka dengan senantiasa memohon petunjuk dan perlindungan Tuhan yang Maha Kuasa, kami menyampaikan pesan dan amanat kepada penyelenggara, pengawas, peserta dan semua warga bangsa yang memiliki hak pilih dalam Pemilu 2024, sebagai berikut:

Tinggalkan Balasan