auramu bertangkai pelangi, Mbah!
ketika gugur kamboja tergerai
menabuh sangkakala emas
berpigora derai setaman kembang
tercabar pilu duka air mata
kembara senja tangisan bunga
menara takdir menuju qadrat-Nya
menyemai kelopak perih,
di sudut al-Haram roh suci itu bertahta
aroma al-Aswad memeram merah delima
thawaf dan sa’i deru riuh semesta

kembaramu, Mbah!
pancasona rindu abandira
menabur biang bunga leli
setangkup mawar aroma melati
wahai jiwa yang tenang,
kembalilah kepada Robb-mu
dalam peluk cium aliran sungai surga
di sini,
sekuntum pilu merangkai luka
di sana,
rohmu berpeluk irama jannah
