Tak menjawab, dan cewek itu terus mendelik ke arahku. Apakah dia tertarik? Apakah perasaan kami sama? Semoga saja. Amin. Alangkah bahagianya ibuku nanti jika melihatku pulang membawa menantu. Hmmm.
“Norak!” ucapnya kasar, tanpa melihatku. Mungkin dia membaca pesan WA dari mantannya tadi. Kupastikan lelaki itu menyesal dengan tindakan menduanya. Gadis seindah ini. Hmmm.

Aku menggeser duduk. Mendekat ke arahnya.
“Aku tahu apa yang sedang kamu rasa Mbak. Hidup memang begini. Selalu ada tangis dan tawa. Bahagia dan derita. Semua ada untuk melengkapi hidup kita. Hmmm. Dan barang kali, ini hanya pradugaku. Hmm. Barangkali kita diciptakan-Nya untuk saling melengkapi. Barangkali kamu tercipta untuk melengkapi hidupku, dan sebaliknya.
“Lelaki norak!” desisnya lagi, sambil memelototi HP.
“Sebagian lelaki memang seperti itu Mbak. Tapi tolong jangan samakan aku dengannya. Tak sama. Aku pasti setia. Memang aku belum mapan. Dan memang tekadku akan mapan setelah menikah kelak. Saat ini aku memang cuma menjadi kurir ayam geprek ibuku. Tapi, kelak perusahaan itu akan diwariskannya padaku. Pada kita,” ucapku penuh keyakinan. Semoga dia juga yakin padaku. Amin.
“Kamu norak Mas!” ucap gadis itu. Wajahnya menghadapku penuh api amarah. Hmmm. Akan kucoba meredakan amarah itu. Tapi bagaimana caranya?
“Mbak berbicara dengan?” gumamku. Bingung.
“Kamu. Punya mata nggak sih!”
“Punya,” jawabku cepat.
“Telinga?”
“Punya juga,” jawabku lagi, sambil memegang telingaku.
“Perasaan?”
Aku diam berpikir.
“Tak ada,” tukasku sekenanya.
“Ke mana?”
“Kamu curi!” tegas aku berkata.
Cewek itu lantas diam. Aku pun juga terdiam. Sedangkan sopir dan dua orang ibu-ibu tertawa cekikikan. Entah apa maksudnya.
“Belokan depan turun Pak,” pinta cewek seksi.
Dan benar saja. Dia memang turun di sebuah tikungan. Kuambilkan satu kotak ayam geprek tadi.
“Ambillah Mbak,” pintaku ikhlas.
“Sorry ya. Aku udah dijemput pacar baruku makan siang di KFC!”
Aku menelan ludah. Tubuhku pun lemas seketika.
Kuikuti cewek itu dengan kedua belah mataku. Begitu turun, dia langsung disambut seorang lelaki berpakaian rapi, tapi sepertinya tak setampan yang tadi. Mereka kemudian masuk mobil yang menurutku sangat bagus. Mobil angkot berhenti untuk ngetem lagi. Mobil itu kemudian beranjak. Melalui jendela yang terbuka kulihat cewek itu melambai ke arahku sambil tertawa. Sial!
***
