2024.
SURAT KESEDIHAN

ada yang perlahan pucat,
ketika pelan-pelan kucatat kesedihannya
pada riuh sungai dan cemara gugur
kehilangan masih menjadi bunyi paling keras
yang menggema di dadanya
barangkali, ia masih ingat
bagaimana cara angin melepaskan reranting
juga matahari yang berjalan lambat
meraba puncak kesunyian
kerinduan berulang kali
menanggung empedu masa lalu
kepedihan yang menganga
perjalanan yang berhenti
segalanya serba padam
2024.
Ilustrasi: bandungbergerak.id
