LAGU KESEDIHAN
siapa yang sebenarnya menggelar kesedihan pada setiap perpisahan?
bulan malas berjalan ke panggung gelap
angin tak sudi menerobos ruang kedap suara
dan tak meridai setiap tetes air mata

siapa yang sebenarnya tertawa seluas luka-luka dada?
serangkai getir merayap di balik jendela
mengincar puisi dalam tubuhku yang penuh lubang
siapa yang sebenarnaya memetik mawar di halaman?
kumbang menangis pada kehampaan: wadah embun
yang digunakannya setiap pagi sudah tak dilihatnya lagi
Kamar Mandi, 2021.
PUISI TANPA JUDUL
/
aku bayangkan
pedang langit dan golok pembunuh naga*
menembus dan menebas
seluruh tubuhku
hingga darah menyapa tanah
dan bicara tentang kepedihan
/
dalam hidup yang redup ini
sirene ambulan dan kabar kematian di toa musala
memahat wajah getir di dada
dan wajah itu meraung-raung
memanggil maut untuk kunyanyikan
/
beberapa kali ringkik kuda
mengabarkan kegagalan bercinta
dan dalam pedati itu,
selaksa mayat kenangan sedang dikultuskan
