Pasca itu, segalanya berwarna hening
Doaku karam di atas gundukan
Ragamu menjelma kehampaan
Namun sangat utuh dalam ingatan
Bunga-bunga yang kutabur
Adalah jalur menuju hatimu
Ia berwarna tujuh rupa; aku, kamu, kita, cinta, perasaan, setia, dan keabadian

Hati-hati di jalan
Di sini, aku memikul sunyi sendiri
Menutup segala lubang danau di mataku
Agar ia tak membasahi tempatmu berpamitan
Meski nyatanya, ia tetap basah oleh rinduku yang mencair
Sumenep, 2024.
ARKAN
Cinta adalah bahasa kekal
Untuk mendefinisikan luka
Segala musim kau lewati terengah-engah,
Seraya berharap bulir hujan dan silau kemarau bertandang bersamaan, membentuk ekstraksi bernama ketulusan
