Fenomena matahari tanpa sinar menyilaukan juga bisa dijelaskan dengan adanya partikel atmosfer yang menyebarkan cahaya matahari sehingga tampak lebih redup. Kondisi ini mirip dengan efek hamburan Rayleigh yang terjadi saat matahari terbit atau terbenam.
Dalam kajian psikologi, aktivitas ibadah intens yang dilakukan di malam Lailatul Qadar bisa memberikan efek yang sama dengan meditasi. Ketika seseorang fokus dalam beribadah, membaca Al-Qur’an, atau berzikir dalam waktu yang lama, otaknya memasuki kondisi relaksasi mendalam.

Penelitian telah menunjukkan bahwa praktik keagamaan seperti berdoa dan bermeditasi dapat mengurangi hormon stres kortisol dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti serotonin dan dopamin. Oleh karena itu, orang yang menghabiskan malamnya dengan ibadah di Lailatul Qadar sering merasa lebih damai, bahagia, dan penuh harapan.
Banyak umat Islam yang meyakini bahwa doa di malam Lailatul Qadar lebih mudah dikabulkan. Secara psikologis, keyakinan yang kuat terhadap kekuatan doa dapat meningkatkan motivasi seseorang dalam mencapai tujuannya.
