Lailatulqadar: Antara Kepastian Ilahi dan Ijtihad Ulama

Iktikaf di masjid, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak istighfar adalah amalan yang bisa kita lakukan. Bahkan, beliau membangunkan keluarganya untuk ikut serta beribadah, menunjukkan bahwa ini adalah momentum yang tak boleh disia-siakan.

Fikih mengajarkan bahwa dalam perkara ibadah, niat dan konsistensi lebih penting daripada sekadar mencari kepastian waktu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jika kita benar-benar mengharapkan keutamaan Lailatulqadar, maka yang terpenting bukanlah mengetahui tanggalnya, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan amal ibadah yang berkualitas.

Lailatulqadar tetap menjadi rahasia ilahi yang menuntut kita untuk berijtihad dalam ibadah. Mungkin, ketidakpastian ini adalah cara Allah menguji keikhlasan kita. Apakah kita hanya mengejar pahala di satu malam tertentu, ataukah kita benar-benar ingin mendekat kepada-Nya setiap saat?

Di tengah perdebatan ulama tentang kapan Lailatulqadar terjadi, satu hal yang pasti: malam ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah.

Jadi, daripada sibuk menebak tanggalnya, lebih baik kita fokus memperbanyak ibadah dan berharap agar Allah menganugerahkan kita kemuliaan malam tersebut. Sebab, bukankah yang lebih penting bukan sekadar mengetahui, tetapi benar-benar menghidupinya? Selamat menunaikan ibadah ramadan.

Cabeyan, 2025.

Tinggalkan Balasan