Sayap malaikat terkepak di tangannya yang melambai
Pagi membawa panas tungku, terpancarlah aroma sarapan
Bahkan tetes peluhnya adalah ritus keabadian
Kini, aku telah menemukan keriput bunga
Terselip antara wajah dan telinganya
Di semak-semak dosa, payung menepis bisik hujan
Yang melampaui tembang orang kasmaran.

Kaulah ibu, dengan sebutan embun yang mengendap kemarahan-kemarahan
Walau pada bual masa lalu,
Seringkali kucipta rindu
INSTIKA, 2022.
ilustrasi: ibrahim, detik.
