Andai yang kau lipat adalah hari-hari yang kau pakai
Sebagaimana kemarin siang:
Dada dan rasa semakin telanjang.
Ah, persetan masa lalu,
Meski masa lalu hanya berpihak pada kenangan
Sedang kenangan merupakan cikal bakal penderitaan.
Sejauh mungkin hari-hari melumat episode perkenalan
Sepanjang mata memandang, melirik matahari di desa seberang
Tentang penderitaan terbaru,
Yang nyaris kupikir sahaja.

Biar kutiup perjalanan angin tak berarah
Walau di lembaran harap pa lemari rindu sudah terbuka
Mengukir bulan yang akan berpuasa
Menahan isak tangis jantung ini, sungguh! Semoga…
Ruang nonenjoy, 2022.
SURAT KEPADA IBU
Aku menulis yang bahkan tak sanggup kuteruskan
Barangkali tak segalanya dapat kumungkiri
Tentang mayang-mayang air mata
Tentang ucap maaf pada tempat berpulang
Lalu berkibarlah di dada penyesalan-penyesalan
