Seorang anak memiliki imitasi yang sangat besar. Karena hal itu, orang tua harus ekstra hati-hati dalam bertingkah laku di depan anak-anak mereka. Orang tua harus memberikan contoh pada anak-anak dengan perilaku yang baik dalam kehidupannya.
Sebagai salah satu tenaga pendidik di pesantren, ilmu mendidik santri menjadi hal yang sangat penting. Ibarat mendidik anak sendiri, keteladanan, kesopanan, dan pendidikan karakter harus saya kuasai agar kelak mereka bisa menjadi pribadi yang baik dengan ajaran-ajaran tersebut.

Sebab, setiap santri memiliki sifat, karakter, dan masalah yang berbeda. Sehingga sebagai seorang pendidik, saya harus menggunakan banyak formula yang sesuai dengan kondisi santri tersebut. Apalagi santri-santri yang baru duduk di kelas 7 tsanawiyyah.
Pernah suatu ketika, saya mendapati anak yang sedang menangis di malam hari pada jam tidur malam. Padahal, saya merasa tahu betul bahwa anak itu sering terlihat ceria, mudah bergaul, dan kadang-kadang lucu.
Rupanya, di balik keceriaan tersebut ada sisi gelap yang ia simpan. Cerita itu saya dapatkan setelah saya mengadu pada pembimbing kamarnya. Bahwa anak tersebut adalah korban broken home yang kemudian dirawat oleh neneknya.
