Jakarta tak sesepi musim Lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya sudah saya rasakan sejak naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Lenteng Agung. Sore itu, sekitar pukul 15.00 WIB, KRL arah Jakarta Kota penuh penumpang. Banyaknya orang berpergian juga terasa ketika saya harus berpindah moda transportasi. Dari bilangan Kalibata, saya menggunakan Transjakarta menuju Blok M. Penumpang juga berjubel.

Dari terminal Blok M, saya harus berjalan kaki sekitar 500 meter untuk menuju kedai kopi yang kami sepakati. Saat itulah saya baru sadar, Blok M begitu riuh. Ribuan orang mengalir, mengular, menuju dan mencari tempat-tempat kuliner. Orang-orang berjubel, mengantre dengan antrean panjang untuk memesan makanan pilihan. Untuk menuju kafe tempat saya ngopi, jalanan begitu padat. Kadang harus memiringkan badan agar tak bertubrukan dengan pejalan lain.

