LEBIH DARI KELAKAR

BELENGGU

betapa rapuh tubuh, keruh ruh
sungguh-sungguh semata milikMu seluruh.
kaku kekuku, lembut rerambut dan bebulu
menjelma belenggu bila detikku
tak mendetakkan diriMu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

serupa huma tanpa humus
jiwa terjajah hama hingga tandus
dedaun getas lebih lekas ranggas
tumpas tertindas ganas musim panas.

harapan dan angan seringkih sayap burung
dihantam angin, tak sanggup menyingkap mendung.

udara menggumpal memejal
napas tersengal-sengal tersedak sesal
: betapa buas ajal bukan khayal.
nanar nalar, memar naluri
berselubung didih nafsu menjadi nyeri
raung perih salju dijilati lidah api.

o, betapa kukenali segala derita
tak ada yang paling petaka
selain sabda Sang Pandita Raja
tak dibaca sebagai peta.

Yogyakarta, Januari 2022.

Tinggalkan Balasan