HIDAYATUS
sepertiga malam
langit yang pendiam
ialah rahim yang diam-diam
memeram cahaya dan kalam.

akan dilahirkannya nyala dan sejumlah tanda
hanya bagi yang bernyali berjaga-jaga
membuka mata, lillahita’ala semata.
harus dengan apa kuungkap lelah keluh kesah?
bahasa sudah kupilih, kata telah kupilah
yang sanggup kuucap dengan lidah
hanyalah sebuah desah.
aku berjingkat dari lelap yang hampa
kemudian lekas lesat ke pusat tapa.
pada inti samadi kusulut sunyi
demi memagut yang sembunyi
: bukan materi, selalu Misteri.
Yogyakarta, 2021.
