Padahal, andaikan dapat diperhatikan manfaat dari sebuah kopi, dengan menikmati keindahan di balik secangkir kopi, bahwa di dalam secangkir kopi tersebut ternyata ada mahabah, memuat misi cinta, yang dengannya akan mengantarkan mereka menemukan jalan menuju Tuhannya. Ia akan menemukan Tuhan dalam secangkir kopi. Ketika telah menemukan-Nya melalui wasilah secangkir kopi, yang terpatri dari energi perkumpulan mereka itu adalah memancarkan cahaya positif terhadap dirinya, teman perkumpulannya, dan bahkan lingkungan sekitarnya.
Berbeda halnya dengan mereka yang menyentuh sisi mahabah kopi itu tadi; mereka hanya sebatas ngopi tapi belum bisa memberikan yang terbaik baik terhadap dirinya, orang lain bahkan lingkungan sekitar. Justru, sebagian dari mereka terkadang hanya ngomong yang tak jelas, misalnya suka bergosip dan lain sebagainya.

Salah satu yang dapat alfakir rasakan dari mahabah kopi itu sendiri adalah mampu mengantarkan alfakir menjadi lebih baik dalam pendewasaan berpikir, menjadi lebih aktif, lebih peka terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Keberhasilan dari semua inspirasi itu, meskipun terkadang tidak semua didapat pada saat sedang ngopi, adalah kebersihan luar biasa dalam sejarah hidup alfakir.
Banyak dari ulama-ulama kita dan para penikmat kopi yang juga menaruh perhatian khusus terhadap kopi. Mereka telah menulis berbagai buku ataupun kitab yang menjelaskan manfaat kopi dan kegunaannya ditinjau dari berbagai aspeknya. Misalnya, Syekh Ihsan Jampes yang menulis kitab إرشاد الإخوان في بيان حكم القهوة والدخان، (Irsyad al-Ikhwan fi Bayan al-Hukm al-Qahwah wa ad-Dukhan) yang saat ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Kitab, Kopi, dan Rokok: Untuk Para Pecandu Rokok dan Penikmat Kopi Berat. Kitab itu membahas signifikansi kopi ditinjau dari berbagai perspektif, mulai dari aspek kesejarahannya, kesehatan, hingga aspek ibadah.
Denny Siregar, penggiat media sosial, juga menulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi. Lewat tulisan-tulisan lepasnya, Denny lebih banyak menyoroti dan mengkritik cara umat beragama, terutama Islam, dalam berhubungan, memperlakukan, dan berkomunikasi dengan Tuhan. Dan, ternyata kopi juga berpotensi besar untuk meningkatkan spiritualitas ibadah kita. Sebagaimana Siregar ini, menuangkan gagasan-gagasan konstruktif yang ditemani dengan kopi ala kesukaannya. Menarik, bukan?
