Seiring berjalannya waktu dan penerbitan buletin di tahun 2017-2018, nama Attaamul dianggap kurang pas karena identik dengan nama kitab Attaamul karya KH Badrut Tamam, M.H.I. selaku Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Bidang Pendidikan dan Mudir ‘Am Ma’had Aly Nurul Qarnain.
“Maka, setelah bernegosiasi dengan segenap pihak civitas, lahirlah nama DIWAN yang merupakan akronim dari Dakwah Ilmiah Wasathaniyah Amaliah Nusantara,” lanjut Ustaz Fian dalam kisahnya.

Tujuan penerbitan buletin ini adalah sebagai bentuk dakwah kepada khalayak umum melalui kajian ilmu fiqh dengan kitab ulama salaf sebagai rujukan utama.
Misi penting yang dibawa oleh Buletin Diwan adalah bagaimana menyampaikan isi kitab yang tidak semua pembaca dapat mencernanya.
Walaupun demikian masih banyak kesulitan yang terjadi dalam memahaminya, sehingga keluarlah inisiatif untuk menerbitkan buletin sebagai mediator antara dakwah konsumtif kepada masyarakat agar memahami fiqh dengan bahasa ringan dan mudah dicerna.
