Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad (berjuang) di jalan kami (Allah SWT), maka akan kami tunjukkan kepada mereka jalan kami, dan sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Al-Ankabut: 69)
Taktik Dakwah dan Resolusi Jihad

Pada tanggal 22 Oktober 1945, PBNU mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad yang menyatakan bahwa berjuang mempertahankan NKRI wajib hukumnya bagi kaum muslimin. KH Hasyim Asy’ari yang menjadi pucuk pimpinan pada waktu itu menekankan pentingnya berjuang sampai titik darah penghabisan. Umat Islam diharuskan bergerak demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Maka di mana-mana di seluruh wilayah Indonesia, terutama di lembaga-lembaga pesantren terbentuklah kelompok-kelompok kecil yang siap berjuang. Resolusi Jihad telah membakar semangat pemuda Islam (santri) untuk membangun tembok pertahanan demi kemerdekaan bangsa dan negara.
KH Hasyim Asy’ari rupanya menciptakan taktik dakwah dengan memanfaatkan pemerintahan Jepang. Beliau bekerja sama dengan Jepang membentuk Hizbullah dan PETA semata untuk membangun kekuatan yang hebat dalam mempertahankan kemerdekaan. Terbukti dengan terbentuknya laskar tersebut, pemerintah Jepang kolaps dan angkat kaki dari Tanah Air Indonesia.
Bagi KH Hasyim Asy’ari, makna kemerdekaan adalah kebebasan untuk hidup, berdaulat, dan bermasyarakat. Merdeka bukan hanya terbebas dari penjajah, akan tetapi harus membangun masyarakat berlandaskan nilai-nilai agama dan kebangsaan. Agama dan bangsa, menurut Kiai Hasyim, merupakan pijakan persatuan dan kesatuan yang harus terus dipertahankan. Wallahu A’lam!
