Malamatiyah: Abu Yazid al-Basthami

Nah, menurut para sufi, bahwa ketika seorang sufi melakukan pelanggaran syariat yang sejatinya bukan pelanggaran lalu mengakibatkan citranya buruk dan tidak lagi dipandang sebagai seorang ahli ibadah atau bahkan wali, itulah malamatiyah. Berhasil melepaskan diri dari sikap pengkultusan individu.

Padahal, jika mereka bijaksana, maka akan mempertimbangkan bahwa Abu Yazid adalah seorang musafir kelana dari negeri Bustham yang sekarang masuk wilayah Iran menuju Hijaz, lalu ke Madinah. Menurut fikih, seorang musafir mendapatkan rukhshah (dispensasi/keringanan), boleh membatalkan puasa.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tetapi kenyataan Abu Yazid makan roti di bulan Ramadan itu di luar dari ekspektasi dan harapan mereka yang sudah kadung membayangkan dalam imajinasi bahwa Abu Yazid sebagai ahli ibadah dan wali. Label wali pun seketika itu ambyar! Label ahli ibadah rungkad! Dan itulah yang diinginkan Abu Yazid.

Tinggalkan Balasan