“Masyitoh” di Pestarama #10: Kisah Perempuan yang Melawan Firaun

Sebuah pertunjukan yang tidak hanya menyuguhkan konflik batin dan ketegangan emosional, tetapi juga menyadarkan kita tentang pentingnya keberanian dalam mempertahankan nilai dan keyakinan.

Naskah Masyitoh terasa sangat relevan dengan kondisi kita sekarang. Banyak dari kita dihadapkan pada dilema antara memilih idealisme atau ikut arus demi kenyamanan. Di tengah tekanan lingkungan sekarang, sistem yang kadang tidak adil, dan godaan untuk mengabaikan nilai-nilai demi keuntungan pribadi, sikap Masyitoh jadi semacam pengingat. Keberaniannya berdiri teguh pada kebenaran dan iman menunjukkan bahwa mempertahankan prinsip bukan tanda kelemahan, tapi bukti kekuatan-kekuatan yang datang dari keyakinan yang kokoh dan koneksi spiritual yang tulus dengan Allah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pementasan Pestarama #10, Program Studi PBSI juga mengadakan pameran karya dari ketiga penulis naskah drama yang dipentaskan, yaitu Masyitoh, Tikungan Iblis, dan Iblis. Pameran ini menampilkan karya-karya tulis dari para sastrawan muda, serta dokumentasi proses pelatihan mahasiswa selama persiapan pementasan.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap para penulis dan pemain, tetapi juga memperlihatkan bahwa karya sastra dan drama merupakan hasil dari proses intelektual dan artistik yang mendalam. Lebih dari sekadar tontonan di atas panggung, karya-karya ini hadir sebagai refleksi dari kehidupan dan persoalan-persoalan yang relevan dengan realitas zaman.

Tinggalkan Balasan