Kau rumah bagi
Tiap kata-kata yang tumbuh sebagai larik
Menyusun kalimat yang ujungnya
Berakhir menjadi engkau
Di luara bait puisi ini
Gerimis jatuh di halaman
Bulan murung
Dalam balutan mendung

Sebagai rumah
Tentu juga yang tinggal
Kau tak pernah tanggal
Dari bagian-bagian peristiwa
Yang terpenggal oleh bait puisi ini.
Jogja, 2021.
SEMISAL AKU
Semisal yang jatuh dan patah
Bukan hatiku, langit tak akan murung
Duka cita adalah
Mitos masalalu yang klise
Angin bergerak lunglai
Seluruhku terkapar: tepar.
Jogja, 2021.
