MAUT, CINTAKU

Kau rumah bagi
Tiap kata-kata yang tumbuh sebagai larik
Menyusun kalimat yang ujungnya
Berakhir menjadi engkau

Di luara bait puisi ini
Gerimis jatuh di halaman
Bulan murung
Dalam balutan mendung

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai rumah
Tentu juga yang tinggal
Kau tak pernah tanggal
Dari bagian-bagian peristiwa
Yang terpenggal oleh bait puisi ini.

Jogja, 2021.

SEMISAL AKU

Semisal yang jatuh dan patah
Bukan hatiku, langit tak akan murung

Duka cita adalah
Mitos masalalu yang klise

Angin bergerak lunglai
Seluruhku terkapar: tepar.

Jogja, 2021.

Tinggalkan Balasan