MAWAR HITAM
Derai asmara menghanyut luka
berkaca telapak empang sana
Mata air hanya diam tertawa
tentram riang dengan gemericiknya

Di gunung tinggi menjulang
muncul harapan burung kutilang
inginkan permata yang masih perawan
walau katanya telah tiada dikuburkan
lelah batinnya kembali mendesah
bagaikan dihajar batu dari tiap arah
Sakit, pedih, serta hanya pasrah.
Morleke,2022.
MELUKIS SENJA
Hari ini kukecupkan bibir pada irama
Alunan lagu dalam bingkai panorama.
Hanya lingkaran mata pena,
Mengadu sendu lewat puisi purba
