Hari telah beranjak pulang
Meninggalkan kenangan bingkai kesepian
Sketsa alam memberi kecupan
Meski raga tak kuasa melayang
Sekadar bertahan dalam bayang-bayang
Di balik pegunungan rindang
Burung kutilang cekikikan
Mereka hanya melihat drama
Ilusi jiwa tidak punya makna
Berbisik doa menakar luka
Hening pena melukis senja

AL-MARDLIYYAH, PONDOKKU
Lidah diksiku mulai gemetar
Melihat nama dari jendela samar
Al Mardliyyah, papan itu berwarna hijau
Penuh beribu panca pengabdian
Sukma terhanyut ilusi menyerang
Mungkinkah waktu akan segera purna
Terbunuh berahi kata senja
Tidak… Inilah tempat bertapa, di dalamnya barokah dan ilmu ada
Tidak masalah terjal luka, berpisah jauh orang tua
Karena tempat ini laksana purnama
Menerangi bagi seluruh manusia
PETUAH BAROKAH
Teruntuk; Abah
Sudah ribuan kata engkau haturkan pada telinga, bisikkan nasihat serupa doa.
