Sumber: Dokumentasi panitian PKN 2023 PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Melihat Dramatisasi Puisi Helvy Tiana Rosa

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menjelaskan tentang hasil dari salah satu proses alih wahana, yaitu puisi Apakah Sampai Padamu Berita Tentang Mahanazi? karya Helvy Tiana Rosa menjadi dramatisasi puisi. Puisi yang pada mulanya suatu ungkapan yang dituangkan dalam bentuk syair dan bait dengan tulisan berubah menjadi ungkapan yang dituangkan dengan adanya sandiwara atau drama yang menekankan aspek komunikasi yang berasal dari bahasa tubuh seseorang, seperti mimik wajah, gerakan tangan, intonasi, maupun kejelasan saat membacakan puisi.

Puisi yang berjudul Apakah Sampai Padamu Berita Tentang Mahanazi merupakan salah satu puisi bertema religius yang ditulis oleh Helvy secara mendadak pada sebuah acara Forsimpta pada tanggal 25 Juni 2011 sebagai bentuk simpati kepada masyarakat Palestina terhadap penyerangan Israel. Puisi tersebut juga dibacakan oleh Helvy pada pembukaan Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina yang bertempat di Jakarta.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Puisi yang berisi tentang keadaan pilu masyarakat Palestina terhadap penyerangan Israel disampaikan dengan detail dan jelas, sehingga orang lain dapat ikut membayangkan dan merasakan sakit atas terjadinya peristiwa tersebut. Rumah yang dihancurkan, manusia yang dibuldozer, makan sehari sekali, para ibu yang diperkosa, kaki tangan yang yang disayat dan dibuntungi, serta perilaku keji lainnya selalu dirasakan oleh masyarakat Palestina. Mereka tidak bisa hidup dengan tenang tanpa adanya penyerangan. Hal tersebut terjadi layaknya sebuah karya fiksi yang disajikan dalam novel.

Pada kenyataannya, masih ditemukan sebagian orang yang tidak memiliki simpati akan hal tersebut. Potongan bait yang berbunyi //“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?//Persoalan di negeri sendiri menjulang”// berasal dari orang-orang yang beranggapan bahwa peristiwa yang terjadi di Palestina merupakan urusan dan tanggung jawab masyarakat Palestina saja, sedangkan yang lainnya tidak memiliki keharusan untuk membantu dan bertanggung jawab. Hal tersebut bukanlah suatu hal yang benar, karena pada hakikatnya, tolong menolong itu merupakan kewajiban bagi setiap manusia tanpa membedakan satu sama lain.

Puisi yang dtulis Helvy ini dengan tegas ditujukan kepada semua orang, khususnya umat muslim untuk turut serta membantu masyarakat Palestina, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri. Pada akhir puisi, Helvy mengatakan, “Lawan Mahanazi!” yang berarti sebuah seruan yang dituju untuk melawan masyarakat Israel yang telah melakukan banyak hal-hal keji terhadap Palestina.

Puisi karya Helvy ini mendapatkan apresiasi dari banyak orang, terutama bagi para pegiat sastra. Melalui puisi ini, Helvy mampu menyuarakan pembelaannya terhadap masyarakat Palestina dan mendorong orang lain turut membantu. Banyak orang yang mulai menyebarluaskan puisi tersebut. Bahkan, tak jarang juga dibacakan oleh orang lain dengan semangat juang membantu masyarakat Palestina.

Tinggalkan Balasan