Melihat Strategi Pengembangan Bisnis Pesantren

Ketiga, akan dibangun ekosistem pesantren dengan program yang bersifat dari hulu ke hilir (end to end process). Ekosistem ekonomi dan bisnis pesantren yang dirancang dimulai dari tahap-tahap input produksi, manajemen, hingga ke pemasaran. Selanjutnya, keempat, disiapkan peta jalan kemandirian ekonomi pesantren dalam mengelola beberapa hal. Mulai dari replikasi model usaha, virtual market, central excellent, dan pembentukan holding bisnis.

Kelima, program prioritas akan menyentuh peningkatan akses pesantren mulai dari sisi pasar keuangan, wirausahawan, jejaring, teknologi, hingga digitalisasi. Dan, keenam, penguatan infrastruktur dan kerja sama kelembagaan antarpesantren dan mitra bisnis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Lebih dari itu, pesantren juga bisa menjadi pusat-pusat kegiatan ekonomi. Sehingga terwujud kemandirian ekonomi pesantren dan jadi momentum pesantren untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi syariah,” Perry Warjiyo menjelaskan.

Menurut Perry, ekosistem keuangan syariah di Indonesia akan menjadi lebih kuat jika memperoleh dukungan dari pesantren. Karena itu pula, BI mengadopsi berbagai program penguatan dalam peta jalan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren pada 2017-2025. Dalam peta jalan tersebut, misalnya, terlihat juga ada program pengembangan dan replikasi model bisnis usaha syariah di pesantren, standarisasi laporan keuangan pesantren, pengembangan platform digital, platform pasar virtual, dan sebagainya.

Langkah-langkah menuju penguatan ekonomi dan bisnis pesantren sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Misalnya, BI telah menggulirkan program penguatan sektor pertanian agar lebih terintegrasi dan berbasis komunitas dan digital dengan menggandeng 10 pesantren binaan di Jawa Barat. Program ini menggunakan metode green house. Tujuannya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memelihara ekosistem alam secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan