Melihat Strategi Pengembangan Bisnis Pesantren

“Terakhir, kami juga mengoptimalkan peran keuangan sosial syariah melalui green wakaf dan dana wakaf tunai. Nantinya, akan dikelola nazhir untuk mendukung usaha pertanian baik pembebasan lahan maulun penyediaan infrastruktur pendukung produksi pertanian di pesantren,” kata Perry Warjiyo.

Pada perkembangannya, telah tercatat ada 110 pondok pesantren di Indonesia yang tergabung Hebitren. Ke-110 pondok pesantren tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah Banten, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Hebitren ini tersebar di seluruh Indonesia dan bertujuan membangkitkan pondok pesantren yang siap mengembangkan unit bisnis secara berjamaah,” katanya. Beberapa anggota Hebitren telah menjalankan bisnis usaha secara bersama-sama.

Di Jawa Timur, misalnya, melalui Hebitren, sejumlah pesantren melakukan pembangunan pusat distribusi produk. Sementara di Sumatera Utara, program yang telah berjalan berupa replikasi pembangunan green house di 7 pondok pesantren sektor pertanian.

Program-program lanjutan akan terus ke berbagai pesantren, ke berbagai daerah, sampai pesantren tak hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, melainkan juga muncul sebagai kekuatan ekonomi baru.

Tinggalkan Balasan