Melindungi Santri dari Kejahatan Seksual

Oleh karenanya, perlu upaya preventif untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelacehan di lingkungan pondok pesantren. Upaya pencegahan ini pun juga diharapkan dapat mengembalikan citra pesantren dalam mempertahankan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan agama yang konsisten mengajarkan dan mengembangkan kepribadian muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi seluruh umat.

Salah satu upaya preventif yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan seks kepada santri, baik santri putra maupun putri. Kapan pendidikan seks ini diberikan kepada santri serta siapa saja yang bertanggung jawab dalam melaksanakannya?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Penulis akan mengulasnya terlebih dahulu apa itu pendidikan seks (seks education). Pada dasarnya, santri terutama yang sudah beranjak remaja, memiliki perasaan ingin tahu seputar seksual apalagi di usia itu (11-18 tahun), ketika terjadi masa-masa transisi baik pada perkembangan fisik, mental, maupun emosionalnya. Hanya, para santri mungkin akan merasa tabu jika harus berbicara atau mendiskusikan panjang lebar seputar seksual. Mereka masih malu untuk menanyakan persoalan seksual yang sejatinya hal ini wajar.

Sumadi Surya Brata dalam bukunya Psikologi Pendidikan (2011), menjelaskan, bahwa pendidikan seks adalah pendidikan mengenai kesehatan alat reproduksi. Seseorang akan belajar mengenal tentang anatomi fisiologis seks manusia dan bahaya penyakit hingga pada pemahaman tentang perilaku yang sehat dan risiko-risiko yang terjadi akibat kekerasan atau pelecehan seksual.

Dengan demikian, pendidikan seks kepada santri akan berupaya untuk memberikan pengajaran dan pemahaman tentang masalah seksual. Santri diberikan pemahaman tentang arti, fungsi, dan tujuan seks sehingga nantinya mereka bisa menyalurkan seksual itu dengan baik dan benar. Pendidikan seks juga memberikan pengetahuan dasar bagi santri untuk bisa lebih menjaga kebersihan dan perlindungan diri dari bahaya yang ditimbulkan oleh perilaku seks.

Tinggalkan Balasan